Showing posts with label Motivasi-Hidup. Show all posts
Showing posts with label Motivasi-Hidup. Show all posts

Saturday, July 22, 2017

Setialah Mulai Dari Perkara Kecil

Mengenal Perkara kecil didalam BersukaCita - Banyak orang seringkali memusatkan perhatian atau hanya terfokus kepada hal-hal yang besar, sampai-sampai ia melupakan, meremehkan dan menyepelekan hal-hal yang kecil atau sederhana.  Padahal untuk bisa sampai kepada perkara-perkara yang besar kita harus mulai dari hal-hal yang kecil.  Untuk bisa mencapai puncak gunung kita harus mulai pendakian dari bawah atau melewati lembah dan lereng terlebih dahulu.  Ada kalimat bijak yang mengatakan bahwa perjalanan seribu mil selalu dimulai dari langkah pertama.

"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar."  Lukas 16:10a


setia_dalam_perkara_kecil

Coba tanyakan kepada orang-orang yang berhasil, baik itu berhasil dalam pekerjaan ataupun pelayanan, mereka juga memulai segala sesuatunya dari nol, tidak langsung berada di top level.  Di zaman sekarang ini orang maunya berhasil secara instan, terkenal secara instan, atau kaya secara instan, tak peduli meski harus menempuh cara yang tidak halal.  Ketika melamar pekerjaan, orang maunya diposisikan di tempat teratas, tidak mau merintis dari bawah;  kalau pekerjaan tidak sesuai dengan ijazah, mereka tidak mau.  Begitu pula dalam hal melayani pekerjaan Tuhan, tidak sedikit orang Kristen yang pilih-pilih pelayanan.  Baru mau melayani jika ditempatkan di posisi depan, dilihat banyak orang, di posisi strategis.  Kalau hanya sebagai pendoa syafaat, pembesuk, apalagi hanya jadi tukang sapu lantai gereja, pelayanan itu pasti akan ditolak secara mentah-mentah, takut pamornya turun.

     Sebelum kita layak untuk menerima sebuah kepercayaan yang lebih, mau tidak mau, kita harus terlebih dahulu melewati proses dari bawah.  Kita tidak secara tiba-tiba berada di puncak.  Ada ujian kesetiaan, ujian ketekunan dan ujian kesabaran dalam melakukan perkara-perkara kecil.  Bahkan, adakalanya kita harus melewati pengalaman pahit atau situasi sulit yang sangat menyakitkan secara daging, namun kita tidak boleh menyerah begitu saja, kita harus terus melangkah dan tetap mengerjakan apa yang menjadi bagian kita, tanpa ada sungut-sungut.  Ini adalah modal untuk beroleh kepercayaan lebih!

"Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela,"  Mazmur 18:26


jangan lupa baca:



demikianlah Kata Kata Motivasi ini. Semoga menjadi inspirasi-Motivasi  diri dan pedoman Hidup untuk dapat setia mulai dari perkara kecil sampai perkara besar. Semoga kita semua Bersukacita didalam nama Tuhan Yesus. Syalom
·   0

Thursday, July 13, 2017

Kata Mutiara Rohani Kristen

Kumpulan Kata Kata Mutiara Rohani Kristen
Kebijaksanaan adalah tidak menyesali apa yang tidak dimiliki:
Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku. (Yohanes 12:50)
Satu-satunya cara untuk mendapat sahabat ialah dengan menjadi sahabat.(Ralph Waldo Emerson)
Yesus berkata pula kepada mereka: 'Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.' (Markus 7:9)
Seseorang dihargai bukan karena memiliki otak tetapi karena menggunakannya
Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.(Yoh 15:14)
Jika kehidupan anda terlihat kelabu, mungkin jendela hati anda perlu dibersihkan
Hatiku mengikuti firman-Mu: 'Carilah wajah-Ku'; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN. (Mazmur 27:8 )
Satu-satunya yang diterima oleh seseorang yang hanya menunggu adalah usia tua
Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.(Matius 28:20)
Saya tidak bisa memberikan resep untuk sukses. Tetapi saya bisa memberi resep untuk gagal.(Herbert Bayard Swope)
Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu. (Mazmur 119:48)

Jangan pernah berpisah tanpa ungkapan kasih sayang untuk dikenang. Mungkin saja perpisahan itu ternyata untuk selamanya.(Jean Paul Richter)
Tangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu. (Mazmur 119:73)

Kata-kata yang baik bisa singkat dan mudah diucapkan, tetapi gemanya sungguh tiada batas.(Mother Teresa)
Engkau dekat, ya TUHAN, dan segala perintah-Mu adalah benar.(Mazmur 119:151)
Jangan hakimi orang lain sebelum kita mencoba berada di posisinya
Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.(Wahyu 2:7)
Lebih mudah mengusulkan sesuatu daripada melakukannya sendiri
Jangan melampaui yang ada tertulis, supaya jangan ada diantara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu daripada yang lain.(1Kor 4:6)
Kebaikan hati adalah ketidak mampuan untuk tetap tenteram jika ada orang lain merasa gelisah; ketidakmampuan untuk tetap merasa nyaman jika ada orang merasa tidak nyaman; ketidakmampuan untuk tetap berperasaan enak apabila seorang tetangga sedang gundah.(Samuel H. Holdenson)
·   1

Tuesday, June 20, 2017

Bagaimana Cara Bahagia

Semua orang ingin berbahagia,
Sebetulnya bahagia itu apa sih? Menurut Wikipedia : Kebahagiaan atau kegembiraan adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan.

Menurut Kamus bahasa indonesia :keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dr segala yg menyusahkan): — dunia akhirat

Bagaimana Arti bahagia menurut anda? Saya rasa masing masing punya definisi sendiri sendiri, menurut emosi yang dimiliki.

Cara-bahagia-bersuka-cita


Alkitab mengatakan :Yak 1:2  Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,

Alkitab mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak terikat oleh sebuah kondisi, justru waktu kita dicobai dengan berat, bahkan berbagai bagai pencobaan, kita tetap bisa berbahagia.

Alkitab terjemahan baru mengatakan : Mazmur 119:56  Aku mendapatkan kebahagiaan dalam mentaati perintah-perintah-Mu.

Jadi sebetulnya kebahagiaan hanya bisa kita dapatkan saat kita mentaat perintah perintahi Tuhan. Mungkin Tuhan ijinkan kita mengalami banyak masalah, hutang piutang, sakit penyakit, masalah keluarga dan sebagainya. Justru kalau kita mentaati perintah Tuhan, segala masalah itu tidak akan bisa mengambil kebahagiaan kita. Memang apa yang saya katakan tidak semudah tulisannya, tetapi saya alami sendiri, saat kita mengandalkan Tuhan, kondisi apapun yang kita alami, Tuhan tetap memberikan penghiburan.

Mzm 23:1  Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Mzm 23:2  Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

Mzm 23:3  Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Mzm 23:4  Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Mzm 23:5  Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

Mzm 23:6  Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Raja Daud juga pernah mengalami suatu tekanan yang berat yang dia katakan “Melewati Lembah Kekelaman” tetapi dia katakan Tuhan BesertaNYa, gadaNya dan TongkatNya yang menghibur dia.
Ngomong sih enak, bapak tidak merasakan masalah dan penderitaan saya! Oh ya memang
nya kenapa saya harus merasakan masalah dan penderitaan anda? Setiap kita pasti punya masalah sendiri sendiri, tetapi seringkali orang melihat penderitaannya lebih berat dari orang lain, rumput dirumah tetangga lebih hijau dari rumput kita. Apakah benar demikian. Nah itulah setiap orang selalu iri pada orang lain. Jadi saya percaya setiap orang punya masalah sendiri sendiri, yang juga berat menurut penilaiannya sendiri, Nah seseorang yang tidak mau ikut merasakan penderitaan orang lain, pasti merasa bahwa penderitaannya lebih berat dari pada orang lain.

Nah sekali kali, apabila orang punya masalah berat seperti sakit coba pergilah rumah sakit, cari orang yang menderita sakit antara hidup dan mati. kalau punya masalah Hutang piutang, cari lah orang yang sudah dipenjara karena tidak bisa bayar hutang. dengan demikian mungkin kita bisa lebih terhibur.
Jadi kita harus berlatih diri, apapun kondisi yang ada, baik ataupun buruk kita tetap harus berbahagia. memang tidak mudah, tetapi kalau kita mau berserah total kepada Tuhan kita pasti bisa berbahagia. Sebetulnya masalah toh sudah terjadi, apakah dengan hati sedih dan susah kita bisa menyelesaikan semua masalahnya. Saya pikir justru kita akan merasa persoalannya semakin berat.

Ams 16:24  Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.

Sebab itu, Mari kita renungkan baik baik, agar kita tetap mempunyai kebahagiaan seumur hidup kita.

Amin. Jangan Lupa baca Perbedaan Suka Cita dan Kesenangan.
·   0

Tanpa pengharapan manusia itu mati!

Menurut Wikipedia Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang. [1]Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud.[2] Namun ada kalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. [1] Pada praktiknya banyak orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha.[2]


tanpa-pengharapan-manusia-mati


Arti menurut Alkitab : adalah Iman,

Ibr 11:1  Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Kita sungguh berbahagia percaya kepada Tuhan Yesus, karena Dia memberikan Pengharapan kepada kita melalui Iman. Karena Iman maka kita sentiasa percaya bahwa apa harapkan akan terwujud. Sakit menjadi sembuh, miskin diperkaya, masalah atau problem akan mendapatkan jalan keluar.

Karena kita senantiasa punya pengharapan, maka kita terus menanti dengan sabar dan tekun. Sampai apa yang kita inginkan terwujud. Bayangkan kalau kita tidak punya pengharapan, anda bisa melihat orang orang yang tidak percaya Tuhan, mereka menjadi putus asa, tidak tahu harus kemana dan bagaimana. Mereka berharap kepada manusia pada akhirnya manusia mengecewakan nya. Mereka berharap kepada harta atau uang, harta atau pun uang bisa hilang dalam sekejab.

Itulah gunanya kita percaya kepada Tuhan karena dia sumber pengharapan.

Saya tidak dapat membayangkan hidup saya tanpa pengharapan, saya ingin menyaksikan bagaimana kekuatan sebuah pengharapan membuat saya bisa hidup tegar sampai hari ini.

Suatu saat saya sedang mengalami masalah keuangan yang cukup berat, saya tidak tahu bagaimana cara untuk membayar hutang, saya pikir kalau saya bisa jual rumah, pasti saya bisa membayar hutang saya lunas, Saya berusaha untuk menjual rumah dengan masuk iklan di Koran dan melalui agen agen property, saya berdoa secara terus menerus.  Tetapi tidak ada jawaban alias rumah saya tidak laku laku, padahal rumah saya ada diperumahan elit di kota Sidoarjo, walaupun saya tawarkan dengan harga murah orang tidak mau karena, memang harga property di Sidoarjo jatuh akibat dari masalah bencana lumpur “Lapindo”. jadi orang tidak mau membeli rumah di Sidoarjo walaupun jarak rumah saya dengan Lapindo masih jauh ± 25 Km.

Sedangkan pihak kreditor sudah menagih berkali kali dengan cara halus maupun kasar, saya tidak punya apa apa untuk membayar Hutang, hanya tinggal asset rumah saja. jadi saya janjikan kepada pihak kreditor apabila rumah saya laku, maka pasti saya akan bayar lunas semua, masalahnya kapan rumah saya laku masih menjadi tanda tanya besar? dan mereka terus menerus menagih. Saya sudah putus asa, dan tidak tahu harus berbuat bagaimana.

Sampai suatu hari melalui teman saya, dia bilang ada orang yang berminat untuk membeli rumah saya, tetapi pembeli mau ambil KPR dibank lain. Waah itu membuat semangat saya bangkit. Saya dijanjikan 2 minggu lagi untuk realisasi, tetapi setelah 2 minggu berlalu realisasi pembelian rumah tidak kunjung tiba, akhirnya teman saya member kabar bahwa tidak jadi karena pembeli tidak bisa mendapatkan nilai plafon yang cukup dari Banknya.  Saya kecewa dan terus menjerit kepada Tuhan, tetapi seolah olah Tuhan tidak dengar.

Beberapa waktu kemudian teman saya member kabar bahwa ada calon pembeli yang lain juga, tetapi mereka juga mengajukan KPR kepada Banknya, sehingga saya harus menanti hampir 2 bulan,  hasilnya sama seperti yang pertama, penjualan rumah gagal. kemudian datang pembeli ke 3 dan ke empat demikian juga persoalannya sama, sehingga teman saya jadi sungkan, dan sayapun jadi jenuh dan bosan, dan waktu pun berjalan sampai setengah tahun lebih.  Walaupun rumah saya belum laku, tetapi ada satu hal yang saya bisa lihat dan renungkan bahwa saya bisa bertahan enam bulan lebih, dan tidak kekurangan apapun sampai hari ini, itu adalah sebuah kekuatan dari Pengharapan.

Waktu belum ada pembeli, saya stress dan putus asa, tetapi ketika mulai ada pembeli saya menaruh pengharapan, dalam menanti waktu yang dijanjikan itulah saya bisa bertahan dan menjadi semangat kembali, memang rencana Tuhan bukanlah rencana kita, lebih tinggi dari langit dan lebih dalam dari lautan, demikianlah rancangan Tuhan terhadap kita.

1Tim_4:10  Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.
Roma 8:24-25 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

Bayangkan kalau saat itu tidak ada orang yang mau membeli rumah saya (walaupun tidak jadi), saya akan terus tenggelam dalam keputus asaan, kesedihan dan stress. Tetapi karena masih ada harapan ada calon pembeli maka saya menantikannya, walaupun gagal…..saya coba berharap lagi lagi….gagal….coba lagi…sampai berhasil. Nah waktu waktu penantian tidak membuat kita jadi putus asa, tetapi lebih bersemangat,  mulai melihat kedepan dan membuat rencana rencana yang baru, bagaimana nanti membayar hutang dan memulai sebuah usaha yang baru, saya tidak tinggal dalam ketakutan, kekuatiran dan kesedihan, anehnya saat saat saya menanti dengan sabar dan tekun Tuhan memberikan jalan lain yang saya tidak tahu bagaimana caranya hutang hutang satu demi satu terbayar.

Rom 12:12  Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

Saudaraku, hari ini mungkin anda sedang mengalami kesesakan, masalah, persoalan hidup kelihatannya semua jalan buntu, tetapi tetaplah berharap kepada Tuhan, bertekunlah dalam doa, dan nantikanlah pertolongan Tuhan pasti segera tiba, Amin. Tuhan senantiasa menyertaimu.
Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.


Rom 15:13  Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.

·   0

Apakah Emosi itu diperbolehkan Dalam Kristen ?

Salah satu tantangan manusia dalam mendapatkan kebahagiaan adalah Amarah. Kenapa ada kata “Marah dan Amarah”, Amarah dan marah ada sih perbedaannya ?

Setiap manusia mempunyai sebuah naluri pembawaan dari saat dia dilahirkan yaitu marah, karena penciptanya juga bisa marah, jadi marah bukanlah sesuatu yang negatip, tetapi apabila marah karena disebabkan oleh hawa nafsu, egoisme, kepentingan diri sendiri yang terganggu.

nah itulah yang tidak baik, marah yang semakin meningkat akan menjadi amarah, yaitu suatu luapan emosi yang berkelebihan, dalam tahapan seperti ini manusia sudah tidak bisa mengontrol dirinya lagi, akal pikirannya sudah tidak bekerja dengan wajar, melainkan emosinya, tidak jarang dalam kondisi amarah yang meledak ledak, menyebabkan orang tersebut jantung nya terhenti, dan meninggal dunia.

emosi-didalam-kristen


Suatu hari Tuhan Yesus pada saat di bait suci Dia menjadi marah, karena tempat yang suci dibuat orang orang berjualan. Yesus juga marah karena tidak boleh menyembuhkan orang pada hari sabat. Dalam perjanjian lama, begitu banyak ayat ayat tentang kehangatan amarah Tuhan.

Tetapi Alkitab mengatakan supaya kita jangan marah, apalagi Amarah, karena Amarah adalah haknya Tuhan,  atau boleh marah tetapi jangan berbuat dosa, ini susah kan, tetapi alkitab Jelas katakan jangan lekas lekas marah karena dari marah akan menyebabkan amarah yang menetap pada orang bodoh, artinya kalau orang sudah amarah dia menjadi bodoh.



(Pkh 7:9)  Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh.

Mzm 4:4  (4-5) Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam. Sela Jadi jelas bahwa Amarah adalah haknya Tuhan, Dia yang membalaskan pada orang yang berbuat jahat pada kita

Rom 12:19  Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, Firman Tuhan.

Jadi sesungguhnya kalau kita sadar, mungkin kita berfikir sesungguhnya apa gunanya kita marah, manfaat apa yang kita peroleh? Amarah akan menyebabkan hipertensi (darah Tinggi), tetapi kadang kita tidak mampu untuk mengontrolnya.

Sudah pasti manusia tidak mampu dengan kekuatannya sendiri untuk mengontrol Amarah, hanya apabila Roh kudus ada pada kita makan dia akan selalu meng ingatkan kita supaya tidak marah, dan kita akan menghasilkan buah buah Roh kesabaran dan penguasaan diri.

Lho kalau anak buah melakukan kesalahan, anak kita tidak menurut, suami atau istri berselisih apa kita tidak boleh memarahi mereka?

Kembali lagi kita harus lihat konteknya, untuk anak buah yang melakukan kesalahan, apakah kita melihat ada unsur kesengajaan atau tidak?, kalau tidak sengaja, ya apa gunanya marah, mungkin karena ketidak tahuannya maka dia melakukan kesalahan atau mungkin kita sendiri yang memberi perintah kurang jelas, tetapi kalau anak buah melakukan kesalahan dengan sengaja, maka harus ditegur  bukan dimarahi, ditegur  satu kali, dua kali, tiga kali secara lisan, kalau masih tidak memperbaiki kesalahan kasih SP 1, SP2, nah ketiga dikeluarkan saja. Buat apa kita menghabiskan energy untuk mengeluarkan kemarahan kita. Semua sudah diatur dalam undang undang ketenagakerjaan

Kadang anak anak tidak mau menurut, kita marahi mereka, inipun sesuatu yang tidak berguna, kalau sering sering dimarahi toh mereka akan menjadi kebal juga.

Alkitab mengajarkan Ams 23:13-4  Jangan menolak didikan dari anakmu ia tidak akan mati kalau engkau memukulnya dengan rotan. Engkau memukulnya dengan rotan, tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia orang mati.

Saya punya pengalaman terhadap anak, ketika mereka berbuat salah, saat itu saya tidak memarahi mereka, saya hanya panggil anak saya, kemudian saya suruh baca Ams 23:13-14 setelah itu saya ambil rotan dan saya pukul pantatnya dengan rotan, anak itu menjerit jerit minta ampun, dan saat itu juga saya merasakan hati saya hancur dan menangis bersama anak saya, dan mulai saat itu mereka tidak berani lagi.

Akan sangat berbeda kalau kita sedang emosi kemudian menghukum anak tersebut, maka anak itu akan sakit hati, kalau kita memukul dengan tangan kita, maka tangan kita akan kesakitan, dan meningkatkan emosi kita menjadi Amarah, akhirnya kita tidak bisa mengendalikan diri bahkan akan membahayakan keselamatan anak tersebut.

Apakah kita boleh memarahi pasangan suami atau istri?

Saat sepasang suami istri menikah dihadapan Tuhan mereka sudah menjadi satu daging, jadi kalau kita memarahi pasangan kita, maka sesungguhnya kita sedang memarahi  diri kita sendiri, tidak ada jalan lain bagi sepasang suami istri, mereka harus menyatu, berkomunikasi dengan baik, dan segala sesuatu bawa dalam doa, ….pada tahap awal mungkin sulit, tetapi kalau terus dilakukan komunikasi yang baik, keterbukaan, dan saling mengasihi, saya kira tidak aka nada marah terhadap pasangan kita.

Poinnya marah tidak mendatangkan kebaikan, mungkin kita bisa marah untuk hal hal ketidak benaran, seperti yang Tuhan Yesus lakukan dibait suci, tetapi itupun karena Tuhan karuniakan kepada kita, bahkan Amarah dan kemarahan akan menimbulkan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain.

Marah yang benar adalah berupa teguran kepada seseorang yang tidak menimbulkan sakit hati pada diri kita atau orang lain, karena kita mengasihi mereka.

Tuhan bangkit amarahnya kepada manusia, untuk kebaikan manusia agar mereka bisa mentaati perintahNya, itu untuk kepentingan manusia itu sendiri, karena Tuhan tidak ingin kita binasa.

Bagaiman caranya agar kita bisa mengontrol supaya tidak marah? Satu satunya jalan, hanyalah kalau kita dipenuhi Roh Kudus, karena pada saat Roh Kudus ada didalam kita, saat kita marah Dia akan selalu menginggatkan kita supaya tidak marah, bahkan Dia akan memberikan damai sejahtera.

Yoh_14:27  Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Apa yang saya tulis sudah saya jalani sampai hari ini, dulu saya seorang yang pemarah, dan suka berkelahi, saat saya menerima Yesus sebagai Tuhan dan RohNya ada pada saya, maka jarang sekali saya marah, dan apabila marahpun hanya dalam hitungan menit sudah bisa menguasai diri.

Selamat menguasai kemarahan, Tuhan memberkati!
·   0

Apa Perbedaan sukacita dan Kesenangan?

Apakah Perbedaan Bersuka Cita dan Kesenangan Didalam kehidupan Kristen? Arti Senang menurut kamus  bahasa Indonesia : [a] (1) puas dan lega, tanpa rasa susah dan kecewa. Apa bila anda mendapat pemberian, hadiah atau menang undian , wah pasti senang deh.

perbedaan-bersukacita-dan-kesenangan


Coba bayangkan Saat suasana hati anda lagi sedang tidak senang, tidak mood, sedang uring uringan, tahu tahu hp berbunyi dari seseorang yang tidak anda kenal, mungkin pada saat itu anda mengangkat hp dan menjawab dengan ketus atau tanpa semangat, tetapi orang diseberang sana kemudian memperkenalkan diri bahwa dia dari pihak Bank dan mau memberikan informasi kepada anda, bahwa anda mendapatka hadiah undian sebuah mobil BMW.  Kira kira bagaimana reaksi anda? Saya percaya anda pasti akan segera melompat kegirangan dan menjadi senang sekali.

Aneh ya dari kondisi suasana sedang tidak senang, atau bahasa gaulnya sekarang Galau…. hanya dalam tempo beberapa detik tahu tahu berubah menjadi senang. Jadi ada sesuatu  dari pihak luar yang mempengaruhi dan membuat hati kita menjadi senang.

Perasaan senang juga berasal dari sebuah kepuasan akan sesuatu yang sedang kita kerjakan berhasil . Contoh apabila kita sedang membuat sebuah rumah, setelah berbulan bulan kita menunggu dibangun dari pondasi sampai atap rumah, kemudian pasang lantai dan akhirnya tiba saatnya untuk kita menempati rumah tersebut, ….alangkah senangnya menikmati rumah baru itu.

Jadi menurut pendapat saya senang adalah sesuatu yang membuat kita puas, lega, tetapi sifatnya hanya sesaat saja.

Anak anak senang bermain layang layang, jadi pada saat dia sedang menikmati layang layangnyalah dia merasa senang , tetapi pada saat ibunya menyuruh dia membuat PR, wah hilanglah kesenangannya.

Tetapi didalam Alkitab ada sebuah perbedaan besar antara senang dan sukacita.

Rom 12:12  Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!
Flp 4:4  Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!

Itu sebuah kata ajakan, anjuran, himbauan bahwa dalam keadaaan apapun tetap kita bersukacita, bersukacita disini, bukan berarti kita senang akan keadaaan kita yang susah, tetapi biar keadaan susah, menderita, punya masalah dan sebagainya, kita dapat menahan segala sesuatu dengan sabar, dan tidak menampakan wajah sedih, murung atau emosionil.

Tentu saja kita tidak bisa dengan menggunakan kekuatan sendiri untuk bersukacita, tetapi dikatakan  bersukacitalah didalam Tuhan……..artinya karena pengharapan didalam Tuhan lah yang membuat sukacita itu..kita yakin dan percaya Tuhan sanggup merubah keadaan yang susah, menderita, tersebut menjadi bahagia.

Saat kita terus larut dalam kesedihan maka keadaan tidak akan berubah menjadi baik, kita tidak dapat mengubah apa yang sudah terjadi, tetapi kita dapat mengupayakan apa yang belum terjadi dengan lebih baik.

Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu! (2Kr 13:11)

Kesimpulan saya, perasaan senang dan bahagia, adalah karena sesuatu dari luar yang mempengaruhi keadaan emosi kita, tetapi bersukacita adalah sesuatu dari dalam yang membuat emosi kita tetap stabil, ada penguasaan diri yang datang dari Tuhan untuk sepenuhnya mengontrol roh tubuh jiwa kita.
·   0