Showing posts with label Kebahagiaan. Show all posts
Showing posts with label Kebahagiaan. Show all posts

Saturday, July 22, 2017

Setialah Mulai Dari Perkara Kecil

Mengenal Perkara kecil didalam BersukaCita - Banyak orang seringkali memusatkan perhatian atau hanya terfokus kepada hal-hal yang besar, sampai-sampai ia melupakan, meremehkan dan menyepelekan hal-hal yang kecil atau sederhana.  Padahal untuk bisa sampai kepada perkara-perkara yang besar kita harus mulai dari hal-hal yang kecil.  Untuk bisa mencapai puncak gunung kita harus mulai pendakian dari bawah atau melewati lembah dan lereng terlebih dahulu.  Ada kalimat bijak yang mengatakan bahwa perjalanan seribu mil selalu dimulai dari langkah pertama.

"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar."  Lukas 16:10a


setia_dalam_perkara_kecil

Coba tanyakan kepada orang-orang yang berhasil, baik itu berhasil dalam pekerjaan ataupun pelayanan, mereka juga memulai segala sesuatunya dari nol, tidak langsung berada di top level.  Di zaman sekarang ini orang maunya berhasil secara instan, terkenal secara instan, atau kaya secara instan, tak peduli meski harus menempuh cara yang tidak halal.  Ketika melamar pekerjaan, orang maunya diposisikan di tempat teratas, tidak mau merintis dari bawah;  kalau pekerjaan tidak sesuai dengan ijazah, mereka tidak mau.  Begitu pula dalam hal melayani pekerjaan Tuhan, tidak sedikit orang Kristen yang pilih-pilih pelayanan.  Baru mau melayani jika ditempatkan di posisi depan, dilihat banyak orang, di posisi strategis.  Kalau hanya sebagai pendoa syafaat, pembesuk, apalagi hanya jadi tukang sapu lantai gereja, pelayanan itu pasti akan ditolak secara mentah-mentah, takut pamornya turun.

     Sebelum kita layak untuk menerima sebuah kepercayaan yang lebih, mau tidak mau, kita harus terlebih dahulu melewati proses dari bawah.  Kita tidak secara tiba-tiba berada di puncak.  Ada ujian kesetiaan, ujian ketekunan dan ujian kesabaran dalam melakukan perkara-perkara kecil.  Bahkan, adakalanya kita harus melewati pengalaman pahit atau situasi sulit yang sangat menyakitkan secara daging, namun kita tidak boleh menyerah begitu saja, kita harus terus melangkah dan tetap mengerjakan apa yang menjadi bagian kita, tanpa ada sungut-sungut.  Ini adalah modal untuk beroleh kepercayaan lebih!

"Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela,"  Mazmur 18:26


jangan lupa baca:



demikianlah Kata Kata Motivasi ini. Semoga menjadi inspirasi-Motivasi  diri dan pedoman Hidup untuk dapat setia mulai dari perkara kecil sampai perkara besar. Semoga kita semua Bersukacita didalam nama Tuhan Yesus. Syalom
·   0

Tuesday, June 20, 2017

Bagaimana Cara Bahagia

Semua orang ingin berbahagia,
Sebetulnya bahagia itu apa sih? Menurut Wikipedia : Kebahagiaan atau kegembiraan adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan.

Menurut Kamus bahasa indonesia :keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dr segala yg menyusahkan): — dunia akhirat

Bagaimana Arti bahagia menurut anda? Saya rasa masing masing punya definisi sendiri sendiri, menurut emosi yang dimiliki.

Cara-bahagia-bersuka-cita


Alkitab mengatakan :Yak 1:2  Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,

Alkitab mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak terikat oleh sebuah kondisi, justru waktu kita dicobai dengan berat, bahkan berbagai bagai pencobaan, kita tetap bisa berbahagia.

Alkitab terjemahan baru mengatakan : Mazmur 119:56  Aku mendapatkan kebahagiaan dalam mentaati perintah-perintah-Mu.

Jadi sebetulnya kebahagiaan hanya bisa kita dapatkan saat kita mentaat perintah perintahi Tuhan. Mungkin Tuhan ijinkan kita mengalami banyak masalah, hutang piutang, sakit penyakit, masalah keluarga dan sebagainya. Justru kalau kita mentaati perintah Tuhan, segala masalah itu tidak akan bisa mengambil kebahagiaan kita. Memang apa yang saya katakan tidak semudah tulisannya, tetapi saya alami sendiri, saat kita mengandalkan Tuhan, kondisi apapun yang kita alami, Tuhan tetap memberikan penghiburan.

Mzm 23:1  Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Mzm 23:2  Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

Mzm 23:3  Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Mzm 23:4  Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Mzm 23:5  Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

Mzm 23:6  Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Raja Daud juga pernah mengalami suatu tekanan yang berat yang dia katakan “Melewati Lembah Kekelaman” tetapi dia katakan Tuhan BesertaNYa, gadaNya dan TongkatNya yang menghibur dia.
Ngomong sih enak, bapak tidak merasakan masalah dan penderitaan saya! Oh ya memang
nya kenapa saya harus merasakan masalah dan penderitaan anda? Setiap kita pasti punya masalah sendiri sendiri, tetapi seringkali orang melihat penderitaannya lebih berat dari orang lain, rumput dirumah tetangga lebih hijau dari rumput kita. Apakah benar demikian. Nah itulah setiap orang selalu iri pada orang lain. Jadi saya percaya setiap orang punya masalah sendiri sendiri, yang juga berat menurut penilaiannya sendiri, Nah seseorang yang tidak mau ikut merasakan penderitaan orang lain, pasti merasa bahwa penderitaannya lebih berat dari pada orang lain.

Nah sekali kali, apabila orang punya masalah berat seperti sakit coba pergilah rumah sakit, cari orang yang menderita sakit antara hidup dan mati. kalau punya masalah Hutang piutang, cari lah orang yang sudah dipenjara karena tidak bisa bayar hutang. dengan demikian mungkin kita bisa lebih terhibur.
Jadi kita harus berlatih diri, apapun kondisi yang ada, baik ataupun buruk kita tetap harus berbahagia. memang tidak mudah, tetapi kalau kita mau berserah total kepada Tuhan kita pasti bisa berbahagia. Sebetulnya masalah toh sudah terjadi, apakah dengan hati sedih dan susah kita bisa menyelesaikan semua masalahnya. Saya pikir justru kita akan merasa persoalannya semakin berat.

Ams 16:24  Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.

Sebab itu, Mari kita renungkan baik baik, agar kita tetap mempunyai kebahagiaan seumur hidup kita.

Amin. Jangan Lupa baca Perbedaan Suka Cita dan Kesenangan.
·   0